"Dalam satu jam, empat materi psikologi dapat dimengerti..."

Puluhan audio dan video presentasi psikologi yang menarik tersedia disini. GRATIS.

"Warna adalah yang membuat indahnya dunia..."

Ini bukan masalah hitam atau putih, melainkan melihat suatu objek dengan pandangan yang berbeda.

"Tidak ada lagi tumpukan fotokopi yang berserakan dikamar..."

Bayangkan semua dokumen perkuliahan tersusun rapih didalam satu tempat yang praktis.

"hal menarik yang ada disekitar mu..."

film, musik, serial TV, game, gagdet, dan situs situs yang sangat disesalkan bila dilewatkan.

"9 dari 10 mahasiswi TERANGSANG dengan mahasiswa yang bisa MEMASAK..."

berikut ini adalah beberapa masakan yang membuat engkau dipandang SEKSI oleh banyak wanita.

Kamis, 17 Mei 2012

Aku Tidak Bisa Menerimamu Apa Adanya...

Hai semua nama gue Ewing dan waw... Udah lama banget gue gak nulis blog.

 

Seperti kebanyakan mahasiswa lainnya, gue terkadang punya BUANYAK deadline yang numpuk. Entah itu tugas, proyek pribadi, atau ulangan.

Untungnya, Seminggu ini gue libur. Jadinya gue bisa istirahat, memperbaiki gizi, dan juga menulis blog. By the way gue bakalan MEROMBAK blog lagi nih. Bulan depan, bakalan ada yang baru. Dan mohon maaf banget untuk yang komennya baru dibales sekarang. Like i say, i was totally off the blog.

 

Nah, pada kesempatan kali ini, gue mau ngomongin PACARAN. Akhir akhir ini gue sering gak sengaja mendengar kalimat

"Aku menerima kamu apa adanya, bukan ada apanya"

dan respon gue adalah

"dude, seriously?"

dengan nada yang heran.

 

Dulu, gue juga punya keyakinan atau prinsip "dia kan pacar gue, berarti gue harus menerima keadaan dia donk..." cuman, itu semua BERUBAH seiring dengan perkembangan diri gue. Yang tadinya "aku menerima mu apa adanya menjadi "aku punya standart yang tinggi..." atau dalam bahasa lainnya "gue gak bisa menerima lo apa adanya"

 

Ketika gue masih berpikiran "menerima apa adanya..." apa yang gue rasakan adalah percampuran antara IKHLAS, MIRIS, dan DIBEGOIN. Contoh kasusnya yah, misalnya gue punya pacar yang tukang ngambek, setiap bulan selalu aja ada yang dipermasalahin. Karena "menerima apa adanya..." gue ikhlaaaaaassssssssss diomel omelin, dibuat pusing sendiri dengan kelakuan dan pikir dia, dan namanya juga diomelin, pastinya hati dan pikirN itu rasanya pengen teriak "ARGH!". Dan momen yang paling menyakitkan adalah ketika orang lain bilang "lo udah tau gak bahagia sama dia, masih aja dipertahanin..." dan kita dalam hati cuman bisa bilang "gue menerima apa adanya... Sekaligus DIBEGOIN... Sama diri gue sendiri..."

 

TAPI...

 

Setelah itu, pemikiran gue tentang pacaran berubah dari yang "menerima apa adanya..." menjadi "gue punya STANDART dan standart gue TINGGI...". Gue punya semacam penilaian dimana orang ini berhak menjadi pacar gue atau enggak. Kalau nilai dia diatas standart yang telah gue tetapkan, maka dia boleh menjadi pacar gue. Tapi kalau dia dibawah standart yang telah gue tatapkan, ya maaf, kita gak cocok.

 

Mungkin kedengarannya belagu, sombong, atau nyolot, tapi apa yang gue lakukan ini adalah salah satu bentuk KEBAIKAN dan KETEGASAN untuk diri gue sendiri. Gue gak mau terjebak dalam pandangan "menerima apa adanya..." didalam hubungan yang TIDAK SEHAT. Buat gue, terjebak dalam hubungan yang tidak sehat sama aja menyiksa diri. Penyiksaan diri adalah salah satu perbuatan yang tidak baik. Lalu bagaimana kita mau DIPASANGKAN dengan orang yang BAIK kalau kita tidak baik terhadap DIRI SENDIRI. Makadari itu, selagi janur kuning belum diangkat, tetapkan STANDARTdan TEGASLAH.

 

Terakhir, nama gue Ewing...

Karena ketegasan inilah, gue dipertemukan dengan wanita yang baik, rajin, dan senyumannya itu lhooooo.... Unyu unyu...